Rabu, 30 Desember 2009

doa untuk saudariku....

ya allah.....

betapa aku menyayangi saudariku itu....

begitu berat cobaan yang Engkau berikan untuknya...

tp aku tau...itu semua karna Engkau begitu menyayanginya...

lindungilah dia......

berikanlah dia kekuatan untuk menghadapi semua cobaan dari-Mu....

sesungguhnya semua yang terjadi atas kehendak-Mu

dan dibalik semua yang terjadi pasti Engkau punya rencana yang indah untuknya....

Senin, 28 Desember 2009

mamahku sayang.....

senin,28 desember 2009    ,20.15 WIB

hari rabu kemaren pulang ke rumah, lumayan minggu ini ga ada kul...jadi dimanfaatkan buat pulang...

mudik kali ini rasanya menyenangkan...

ngerasain banget gmna sayangnya mamah sama aku...

dulu aku ngerasa ga terlalu deket sama mamah....lebih deket sama bapak...

tapi ga tw kenapa sekarang malah berbalik...

mungkin karena udah gede....jadi udah bisa lebih terbuka....

udah mulai bisa mengungkapkan pendapat dengan cara yang baik...

klo ngeliat mamah suka ga tega....

nglakuin semua pekerjaan rumah tangga sendiri...

sebenernya s ada ade yang ngebantuin...tp klo ade aku sekolah...terpaksa mamah yang harus ngehandle semuanya....

sementara aku kos....

aku cuma 2 bersaudara sama ade ku...

bentar lagi adeku masuk SMA.....rencananya pengen masuk SMA favorit di kuningan yang jaraknya lumayan jauh dari rumah...

klo sampe dia masuk SMA itu dia juga harus ngekost...

dan itu berarti mamah bakal sendirian di rumah...

klo bapak lagi ada di rumah s mending...

tp klo bapak lagi di luar kota....berarti mamah sendirian ...

ga tega....ga bisa ngebayangin....

pasti mamah bakal ngerasa kesepian banget....

mamahku sayang.....semoga ia sama ade bisa bikin mamah bangga.....

semoga kami  bisa bikin mamah tersenyum bangga....ketika nanti kami sukses mencapai apa yang kami cita2kan....

doain ia sama ade ya mah....

sayang banget sama mamah......

Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur
Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya
Setelah ibu mengeringkan tangannya dengan celemek
Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya
Untuk memotong rumput 2 dinar
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini 1 dinar
Untuk pergi ke took disuruh ibu ½ dinar
Untuk membuang sampah 1 dinar
Untuk nilai yang bagus 3 dinar
Untuk membersihkan dan menyapu halaman ½ dinar
Jadi jumlah hutang ibu adalah 81/2 dinar.
Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap
Barbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu
Lalu ia membawa pulpen dan membalikan kertasnya
Dan inilah yang ia tuliskan
Untuk Sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Mengobati kamu dan mendo’akan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah ,gratis
Untuk semua mainan, makanan dan baju, gratis
Anakku…dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa cinta ibu adalah GRATIS
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya
Sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya
Dan berkata, “Bu, aku sayang sekali sama ibu”
Kemudian ia mengambil pulpen
Dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar
“LUNAS”
Bagaimanapun keadaanku sekarang dan yang akan datang “Aku berutang pada ibuku”


"KASIH IBU.. KEPADA BETA.. TAK TERHINGGA SEPANJANG MASA.. HANYA MEMBERI.. TAK HARAP KEMBALI BAGAI SANG SURYA MENYINARI DUNIA..."